Minggu, 15 Mei 2016

CARA MUDAH !!! MENGATASI Rontok Bunga dan Buah

Bunga dan Buah Jambu Air

Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya tidak semua penyebab rontoknya bunga dan buah adalah akibat alam tetapi juga karena faktor kebutuhan unsur hara dalam tanah.  Berikut ini adalah kemungkinan penyebab rontoknya bunga dan buah yang seringkali terjadi pada tanaman sayur dan buah yang kita tanam.

Kekurangan unsur hara

Kurangnya nutrisi pembungaan menjadi penyebab utama kerontokan bunga dan buah.  Nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan bunga adalah pupuk yang mengandung unsur P (SP-36), K (KCl atau KNO3 ) tinggi dan unsur mikro.  Jangan terlalu banyak menggunakan pupuk N dan ZA karena akan menyebabkan tanaman aktif untuk pertumbuhan vegetatif.  Tambahkan kapur dolomit untuk menaikkan keasaman tanah sehingga menjadi pH menjadi normal kembali (pH 6-7).

Kekurangan Air
Air diperlukan untuk proses fotosintesis sehingga menghasilkan gula (glukosa) dan oksigen.  Glukosa ini yang digunakan untuk pembentukan fase vegetatif dan fase generatif yaitu bunga dan buah.  Kekurangan air menyebabkan pembentukan bunga terganggu, jaringan tanaman akan layu dan akhirnya bunga rontok.  Kelebihan air juga akan mengganggu porositas tanah, akar kekurangan oksigen, penyerapan unsur hara terganggu dan bisa menyebabkan busuk akar.  Aturlah kebutuhan air sesuai dengan kondisi tanaman.

Serangan Hama dan Penyakit
Umumnya hama perusak bunga dan buah adalah sejenis kutu penghisap nutrisi tanaman.  Biasanya menyerang permukaan dan bagian bawah daun.  Hama perontok buah biasanya adalah ulat dan lalat buah misalnya pada buah jambu air, jambu biji dan belimbing.  Semprotlah dengan insektisida dan fungisida, lakukan pembungkusan buah dengan plastik atau kain dan kembangkan dengan agen hayati predator hama.

Angin dan Hujan
Adanya angin kencang dan hujan lebat menyebabkan terganggunya penyerbukan.  Serbuk sari banyak yang terbang dan jatuh sehingga hanya sedikit terjadi penyerbukan.  Pemasangan pembungkus plastik bening akan memperbesar kemungkinan penyerbukan, semprot dengan ZPT dan nutrisi yang mengandung asam amino.

Penyemprotan Bahan Kimia
Penggunaan, pupuk daun, pupuk buah, insektisida dan fungisida juga bisa menyebabkan bunga menjadi rontok.  Bagi bunga penyemprotan bahan-bahan kimia tadi adalah “barang asing” sehingga mengganggu proses pembungaan dengan sempurna.  Jika ingin melakukan penyemprotan dengan bahan kimia di daun entah itu pupuk daun, pupuk buah atau pestisida lakukan sebelum keluar bunga atau tunggulah proses dari pembungaan selesai menjadi bintil buah.

Semoga bermanfaat. Go green !!! (*_*)

Jumat, 06 Mei 2016

BEGINI MUDAH ! Cara Membuat Pestisida Organik


Daun pepaya untuk bahan pestisida

Pemakaian pestisida kimia untuk membasmi hama dan penyakit selain harganya mahal juga tidak ramah lingkungan karena meninggalkan residu beracun di tanah dan di hasil tanaman budidayanya. Solusinya adalah pemakaian pestisida organik dengan bahan-bahan yang alami dari tanaman di sekitar kita.  Bagian tumbuhan yang digunakan untuk bahan pestisida organik umumnya yang mengandung bahan aktif alkaloid, terpenoid, fenolik.  Sifat-sifat bahan aktif tersebut adalah untuk pengusir, penghilang nafsu makan, pemandulan, perlambat pertumbuhan, perlambat terbang untuk jenis-jenis tertentu.  Bagian tumbuhan yang diambil biasanya berasal dari akar, batang, kulit kayu, daun dan buah. Berikut ini beberapa hama yang bisa dibasmi dengan pertisida organik

Serangga penghisap (kepik dan kutu)
Resep 1 = 1 kg daun suren, daun tembakau 1 kg, daun legundi 1 kg, daun titonia 1 kg, air kelapa sebanyak 3 liter, gambir 0,5 ons, garam dapur 1 ons dan air panas 500 ml.  Semua bahan dihaluskan dan direndam semalam dalam air kelapa, besoknya disaring dan disimpan dalam jerigen.  Cara pemakaiannya dengan melarutkan 0,5 liter dalam 10 liter air lalu semprotkan ke tanaman.

Resep 2 = 1,5 kg daun inggu, 1,5 kg bunga tahi ayam, 0,5 ons gambir, 3 liter air kelapa dan 500 ml air bersih panas.  Haluskan daun inggu dan bunga tahi lalu rendam dalam air kelapa lalu peras.. Gambir dilarutkan dengan air panas lalu disaring. Kedua larutan dicampur dan siap digunakan.  Konsentrasi 1 liter pestisida organik diencerkan dengan 10 liter air bersih.  Semprotkan ke tanaman seminggu 2 kali.

Ulat pemakan daun
2 liter air kelapa, 1 butir ragi tape, 4 ons bawang putih, 0,5 deterjen bubuk dan 4 ons kapur tohor.  Semua bahan dihaluskan dan dicampur kemudian difermentasikan selama 3 minggu.  Setelah terfermentasi larutan disaring dan bisa gunakan dengan cara melarutkan setiap 0,5 liter larutan kedalam 10 liter air, semprotkan ke tanaman.

Cendawan atau jamur
5 ons daun galinggang gajah 5 ons, 3 ons lengkuas, 3 ons jahe, 3 ons bawang putih dan 3 liter ekstrak titonia. Semua bahan dihaluskan dan direndam dalam 3 liter air, besoknya bisa digunakan dengan melarutkan 0,5 liter bahan dalam 10 liter air.

Penyakit yang disebabkan bakteri
1 ikat daun sirih, 2 ons kunyit, 3 ons bawang putih dan 3 liter ekstrak daun titonia.. Haluskan semua bahan dan rendam dalam larutan daun titonia, biarkan 30 menit baru bisa digunakan.  Larutkan 0,5 liter dalam 10 liter air dan semprotkan ke tanaman seminggu 2 kali.

Antraknosa
2,5 ons daun galinggang gajah, 2,5 ons daun tembakau, 2,5 ons daun titonia, 2,5 ons daun legundi, 1 ons garam dan 3 buah gambir. Haluskan dan campurkan semua bahan lalu rendam dengan 1 liter air dan biarkan selama satu malam. Cara pemakaiannya dengan melarutkan pestisida organik kedalam 15 liter air lalu semprotkan ke buah yang terserang.

Pembuatan Pestisida Nabati
Daun Pepaya (Carica papaya)

Daun Pepaya mengandung bahan aktif papain sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.  Caranya campurkan 1 kg daun pepaya segar di rajang, 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen lalu direndam dalam 10 liter air.  Saring larutan lalu semprotkan ke tanaman.

Daun Mimba (Azadirachta indica)

Daun Mimba mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen, dan meliantrol yang merupakan bahan aktif pengendali hama ulat, hama penghisap, jamur, bakteri dan nematoda.  Caranya haluskan 1 kg daun mimba atau 200-300 gr biji nimba: rendam dengan 10 liter air dan biarkan semalam.  Besoknya saring dan disemprotkan ke tanaman.

Daun Sirsak (Annona muricata)

Daun sirsak mengandung bahan aktif Annonain dan Resin untuk mengendalikan hama trip.  Caranya haluskan 50-100 lembar daun sirsak, 15 gr detergen lalu rendam dalam 5 liter air aduk rata dan diamkan semalaman.  Larutkan dalam 10-15 liter air lalu semprotkan ke tanaman.

Srikaya (Annona squamosa)

Srikaya megandung annonain dan resin untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.  Caranya haluskan dan campurkan 15-25 gr biji srikaya, 1 gr detergen lalu rendam dalam 1 liter air dan dibiarkan semalam.  Besoknya larutkan dalam 10 liter air lalu semprotkan ke tanaman.

Tembakau (Nicotiana tabacum)

Daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin untuk mengendalikan hama penghisap.  Caranya rajang 250 grm (empat genggam) daun tembakau dan 2 sendok teh detergen lalu rendam dalam 8 liter air selama semalam.  Besoknya saring dan semprotkan larutan hasil penyaringan ke tanaman

Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih efektif untuk mengendalikan kutu daun Myrus persicae dn beberapa hama penghisap.  Cara membuatnya haluskan dan campurkan 100 gr bawang putih, 0,5 liter air, 10 grm detergen dan 2 sendok teh minyak tanah.  Diamkan semalam, besoknya encerkan larutan dengan 10 liter lalu semprotkan ke tanaman.

Berikut beberapa tanaman alternatif yang mempunyai bahan aktif untuk membasmi hama dan penyakit.  Cara pembuatannya silahkan kombinasikan dengan bahan lain seperti cara diatas.

Hama dan penyakit tanaman
Antraknosa
Rimpang alang-alang, daun jambu biji, daun dan biji lada, rimpang lengkuas, daun mimba, daun dan abu sirih

Busuk Batang
Umbi bawang putih

Busuk Buah
Bunga cengkeh Lodoh disebabkan oleh cendawan Phytophthora infestans, rimpang Kencur, rimpang Kunyit, daun Mimba

Busuk Daun
Daun jeruk Nipis, daun Kemangi, biji Mahoni

Hama Gudang
Gudang penyimpanan beras terserang hama Tribolium castaneum dan Sitophilus sp, pakai daun dan biji Lada, daun Pahitan, bunga Piretrum, biji Saga, daun dan abu Sirih, akar Tuba

Herbisida Organik
Batang dan daun Sirih

Kutu Buah
Biji adas, daun Sembung, biji Srikaya

Lalat Buah
Batang Brotowali, daun Wangi, daun Selasih

Lalat Penggerek
Daun dan buah Jarak pagar

Molusca (Hewan bertubuh lunak)
Daun Patah Tulang, akar Tuba

Nematoda
Semua bagian tanaman Babandotan

Penghisap Polong
Daun Mimba

Pestisida Organik
Daun kayu manis

Thrips (Thrips tabaci)/Aphids
Batang Brotowali, biji Srikaya

Tikus
Buah cabe, umbi Gadung

Ulat Daun
Biji Bengkoang, rimpang Jahe, kulit Jambu Mete, daun Mindi, daun Pacar Cina, daun dan batang Tembakau, biji Tembelekan

Ulat Tanah
Biji Mahoni

Walangsangit
Buah Jengkol, bunga Kenikir, biji Mahoni, daun Pandan, daun dan batang Tembakau

Wereng
Biji Mahoni, biji Sirsak

Semoga bermanfaat, go organik ! (*.*)

Rabu, 20 April 2016

Secang Si Tanaman Pagar Pengaman Kebun

Buah secang muda
Anda pernah mendengar pepatah "Pagar Makan Tanaman"? Mungkin hal yang biasa kita dengar dalam masalah percintaan.  Dalam dunia tanaman terutama perkebunan, tanaman pagar digunakan untuk pengaman tanaman budidaya terutama pohon buah-buahan misalnya jambu, lengkeng, durian, mangga atau kebun agrowisata.   Selain untuk pengaman dari pencurian, tanaman ini juga dipakai sebagai tanda pembatas lahan.

Syarat-syarat tanaman pagar adalah sebagai berikut:
  • Jenis tanaman herba yang tidak tinggi
  • Mempunyai duri tajam
  • Tidak menaungi/mengganggu tanaman budidaya
  • Banyak cabang dan berdaun lebat
  • Kuat tapi mudah diatur
  • Tahan hidup di musim kemarau
  • Lebih baik lagi jika bisa memberi tambahan pendapatan
Jenis tanaman pagar yang biasa dipakai untuk pengaman kebun yaitu:
  1. Secang (Caesalpinia sappan)
  2. Salak (Salacca zalacca)
  3. Klampis (Acacia tomentosa)
  4. Bambu Duri (Bambusa blumeana)
Dari jenis tanaman pagar diatas, tanaman secang adalah tanaman yang paling mudah dibudidayakan, harga benih sangat murah, sangat cocok untuk lahan yang luas, banyak cabang dengan duri yang tajam, tanaman rimbun dan daunnya tidak disukai ternak.

Pagar dari secang
Cara penanaman secang sangat mudah, cukup dengan membuat lubang tanam dengan tugal (gejig) dengan jarak antar tanaman 20-15 cm.  Ambil biji secang dari buah yang sudah kering berwarna coklat tua. Jemur buah di terik matahari sampai kering dan untuk mengambil bijinya cukup dengan memukul kulit buahnya.  Tanam biji secang satu biji satu lubang, tutup dengan tanah dan sedikit pupuk kandang.  Penanaman paling baik dilakukan menjelang musim hujan.

Selamat menanam...! *.*

Kamis, 14 April 2016

SEDERHANA !!! Cara Supaya Lengkeng Cepat Berbuah

Lengkeng berbunga

Dalam pelajaran sekolah cara menanam pohon dari biji adalah cara generatif sedangkan selain dari perkawinan atau persilangan adalah cara vegetatif.  Cara generatif sudah kurang diminati dan beralih ke cara vegetatif yaitu mencangkok, menyambung atau menempel mata tunas.  Cara paling mudah adalah dengan cara mencangkok.

Seperti pohon buah yang lain, lengkeng (Dimocarpus longan) juga dapat dibudidayakan dengan cara dicangkok. Hasil cangkokan yang kita tanam harus berasal dari induk pohon yang sudah pernah berbuah sehingga kita tahu bahwa pohon yang akan kita cangkok mempunyai kualitas buah yang baik dan induknya sudah cukup tua.  Cara mencangkoknya yaitu dengan memilih cabang yang lurus, sehat dan sebesar jari kelingking kira-kira berdiameter 1,5 cm.  Penanaman hasil cangkokan dilakukan setelah akar di media cangkok sudah cukup banyak.  Pengalaman saya hasil penanaman cangkok lengkeng mulai berbuah umur 2 tahun setelah tanam.

Cara untuk mempercepat lengkeng agar berbuah adalah dengan cara mekanis yaitu melukai bagian bawah dari batang pohonnya.  Percobaan saya lakukan dengan mengerat 3 cabang lengkeng paling bawah, dua bulan kemudian cabang yang dikerat tumbuh bunga yang lebat dan berbuah, sedangkan cabang yang tidak dilukai tetap tidak berbunga.  Jika anda ingin mencoba silahkan melukai beberapa cabang yang paling bawah dengan cara membacok sekeliling cabang pada vagian kulit sampai mengenai kayunya, setelah dua bulan lihat hasilnya. 

Cara chemis atau kimiawi untuk merangsang lengkeng agar cepat berbunga dan berbuah adalah dengan pemupukan kimia.  Cara aplikasi pemupukan untuk pupuk kompos yaitu dengan membuatkan parit sedalam 10-15 cm melingkar di bawah pohon dengan jarak 50-100 cm dari pohon.  Untuk pupuk kimia larutkan pupuk dalam air dengan dosis 10 liter/50 gram pupuk lalu siramkan lewat parit yang telah dibuat.  Adapun jadwal pemberian dan jumlah pupuk adalah sebagai berikut :

Tahun I :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 5 kg per pohon, NPK 50 gram setiap dua bulan sekali

Tahun II :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 10 kg per pohon, NPK 100 gram setiap dua bulan sekali
  • Pupuk daun 5 gr/liter disemprotkan ke daun bulan Maret
  • KNO3 (Potasium Nitrat/Kalium Nitrat) sebanyak 50 gram bulan Juni
  • KClO3 (Potasium Klorat/Kalium Klorat) sebanyak 50 gram bulan Juni
Tahun III :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 20 kg per pohon, NPK 250 gram setiap dua bulan sekali
  • Pupuk daun 5 gr/liter disemprotkan ke daun bulan Maret
  • KNO3 (Potasium Nitrat/Kalium Nitrat) sebanyak 100 gram bulan Juni
  • KClO3 (Potasium Klorat/Kalium Klorat) sebanyak 100 gram bulan Juni
  Pupuk KNO3 dan KClO3 berperan dalam merangsang pembungaan dan mengurangi rontoknya bakal buah.  Untuk tanaman umur 4 sampai 7 tahun pupuk organik atau kompos 30 kg, pupuk daun 5 gr/liter, NPK 500 gram dan KCLO3 500 gram, tanaman umur lebih dari 7 tahun pupuk organik 30 kg, pupuk daun 5 gr/liter, NPK 1 kg dan KCLO3 1 kg.   Cara pengaplikasiannya sama seperti diatas.

Informasi ini dirangkum dari beberapa sumber.  Selamat mencoba, semoga berhasil. (*.*)

Jumat, 08 April 2016

Banyak Calon Polisi Konsumsi Pohon Ini !!!

pohon sagu
Pohon sagu
pohon sagu
Potongan batang sagu
Pohon sagu merupakan salah satu penghasil bahan makanan pokok di Indonesia Bagian Timur yaitu Maluku dan Papua.  Tepung sagu diambil dari pohon yang sudah tua.  Ciri pohon yang siap tebang adalah sudah mengeluarkan bunga mayang/manggar seperti pohon aren atau kelapa.  Umur pohon yang sudah tua adalah sekitar 6-7 tahun.  Pohon sagu hidup dalam rumpun seperti tanaman salak yang mempunyai banyak anakan dibawahnya.

Cara pengambilan tepung sagu yaitu dengan menebang pohon dan memotongnya menjadi beberapa bagian, biasanya panjang potongan adalah sekitar 50 cm.  Potongan batang sagu kemudian dikupas dan dicuci bersih. Bahan lalu diparut sampai halus sampai menjadi bubur.  Tambahkan air pada bahan yang sudah menjadi bubur dengan perbandingan 1:2 lalu aduk agar pati banyak terlepas dari sel batang.  Saring suspensi pati bubur sagu hingga pati lolos dari saringan dan serat tertinggal pada kain saring.  Tampung suspensi pati dalam wadah dan biarkan pati selama 24 jam.  Sari pati akan mengendap seperti pasta lalu buang cairan bening diatas endapan.  Endapan yang tertinggal kemudian dijemur diatas tampah sampai kering sehingga didapatkan tepung kasar.

Dalam 100 gr sagu terkandung energi sebesar 209 kkal, protein 0,3 gr, karbohidrat 51,6 gr, lemak 0,2 gr, kalsium 27 mg, fosfor 13 mg dan zat besi 0,6 mg. Selain itu di dalam tepung sagu juga terkandung vitamin B1 0,01 mg.

Berdasarkan kandungan tersebut sagu dipakai sebagai bahan makanan pokok karena karbohidratnya yang cukup tinggi.  Manfaat sagu untuk kesehatan sangat banyak yaitu mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati dan perut kembung.  Kandungan indeks glikemik yang rendah aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.  Tingginya kadar serat berperan sebagai pre-biotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus dan kanker paru-paru, mengurangi resiko kegemukan serta memperlancar buang air besar dan air kecil.

Sagu diolah menjadi makanan berupa sagu bakar, sagu lempeng dan sagu bola.  Salah satu hasil masakan olahan dari sagu yang siap makan adalah Papeda yang jika dikonsumsi secara rutin dipercaya mampu menghilangkan penyakit batu ginjal karena sifat Papeda yang dapat berperan sebagai pembersih organ-organ di dalam tubuh manusia termasuk paru-paru.  Oleh karena itu calon polisi di Ambon Maluku dalam masa pendidikan diharuskan mengonsumsi Papeda paling tidak 1 minggu berturut-turut untuk membersihkan ginjal dan paru-paru mereka sebelum dilakukan tes fisik organ dalam.  Setelah mengonsumsi Papeda biasanya kita akan terasa sering ingin buang air kecil dengan warna air seni yang bening (*.*)