Rabu, 20 April 2016

Secang Si Tanaman Pagar Pengaman Kebun

Buah secang muda
Anda pernah mendengar pepatah "Pagar Makan Tanaman"? Mungkin hal yang biasa kita dengar dalam masalah percintaan.  Dalam dunia tanaman terutama perkebunan, tanaman pagar digunakan untuk pengaman tanaman budidaya terutama pohon buah-buahan misalnya jambu, lengkeng, durian, mangga atau kebun agrowisata.   Selain untuk pengaman dari pencurian, tanaman ini juga dipakai sebagai tanda pembatas lahan.

Syarat-syarat tanaman pagar adalah sebagai berikut:
  • Jenis tanaman herba yang tidak tinggi
  • Mempunyai duri tajam
  • Tidak menaungi/mengganggu tanaman budidaya
  • Banyak cabang dan berdaun lebat
  • Kuat tapi mudah diatur
  • Tahan hidup di musim kemarau
  • Lebih baik lagi jika bisa memberi tambahan pendapatan
Jenis tanaman pagar yang biasa dipakai untuk pengaman kebun yaitu:
  1. Secang (Caesalpinia sappan)
  2. Salak (Salacca zalacca)
  3. Klampis (Acacia tomentosa)
  4. Bambu Duri (Bambusa blumeana)
Dari jenis tanaman pagar diatas, tanaman secang adalah tanaman yang paling mudah dibudidayakan, harga benih sangat murah, sangat cocok untuk lahan yang luas, banyak cabang dengan duri yang tajam, tanaman rimbun dan daunnya tidak disukai ternak.

Pagar dari secang
Cara penanaman secang sangat mudah, cukup dengan membuat lubang tanam dengan tugal (gejig) dengan jarak antar tanaman 20-15 cm.  Ambil biji secang dari buah yang sudah kering berwarna coklat tua. Jemur buah di terik matahari sampai kering dan untuk mengambil bijinya cukup dengan memukul kulit buahnya.  Tanam biji secang satu biji satu lubang, tutup dengan tanah dan sedikit pupuk kandang.  Penanaman paling baik dilakukan menjelang musim hujan.

Selamat menanam...! *.*

Kamis, 14 April 2016

SEDERHANA !!! Cara Supaya Lengkeng Cepat Berbuah

Lengkeng berbunga

Dalam pelajaran sekolah cara menanam pohon dari biji adalah cara generatif sedangkan selain dari perkawinan atau persilangan adalah cara vegetatif.  Cara generatif sudah kurang diminati dan beralih ke cara vegetatif yaitu mencangkok, menyambung atau menempel mata tunas.  Cara paling mudah adalah dengan cara mencangkok.

Seperti pohon buah yang lain, lengkeng (Dimocarpus longan) juga dapat dibudidayakan dengan cara dicangkok. Hasil cangkokan yang kita tanam harus berasal dari induk pohon yang sudah pernah berbuah sehingga kita tahu bahwa pohon yang akan kita cangkok mempunyai kualitas buah yang baik dan induknya sudah cukup tua.  Cara mencangkoknya yaitu dengan memilih cabang yang lurus, sehat dan sebesar jari kelingking kira-kira berdiameter 1,5 cm.  Penanaman hasil cangkokan dilakukan setelah akar di media cangkok sudah cukup banyak.  Pengalaman saya hasil penanaman cangkok lengkeng mulai berbuah umur 2 tahun setelah tanam.

Cara untuk mempercepat lengkeng agar berbuah adalah dengan cara mekanis yaitu melukai bagian bawah dari batang pohonnya.  Percobaan saya lakukan dengan mengerat 3 cabang lengkeng paling bawah, dua bulan kemudian cabang yang dikerat tumbuh bunga yang lebat dan berbuah, sedangkan cabang yang tidak dilukai tetap tidak berbunga.  Jika anda ingin mencoba silahkan melukai beberapa cabang yang paling bawah dengan cara membacok sekeliling cabang pada vagian kulit sampai mengenai kayunya, setelah dua bulan lihat hasilnya. 

Cara chemis atau kimiawi untuk merangsang lengkeng agar cepat berbunga dan berbuah adalah dengan pemupukan kimia.  Cara aplikasi pemupukan untuk pupuk kompos yaitu dengan membuatkan parit sedalam 10-15 cm melingkar di bawah pohon dengan jarak 50-100 cm dari pohon.  Untuk pupuk kimia larutkan pupuk dalam air dengan dosis 10 liter/50 gram pupuk lalu siramkan lewat parit yang telah dibuat.  Adapun jadwal pemberian dan jumlah pupuk adalah sebagai berikut :

Tahun I :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 5 kg per pohon, NPK 50 gram setiap dua bulan sekali

Tahun II :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 10 kg per pohon, NPK 100 gram setiap dua bulan sekali
  • Pupuk daun 5 gr/liter disemprotkan ke daun bulan Maret
  • KNO3 (Potasium Nitrat/Kalium Nitrat) sebanyak 50 gram bulan Juni
  • KClO3 (Potasium Klorat/Kalium Klorat) sebanyak 50 gram bulan Juni
Tahun III :
  • Pupuk organik atau kompos sebanyak 20 kg per pohon, NPK 250 gram setiap dua bulan sekali
  • Pupuk daun 5 gr/liter disemprotkan ke daun bulan Maret
  • KNO3 (Potasium Nitrat/Kalium Nitrat) sebanyak 100 gram bulan Juni
  • KClO3 (Potasium Klorat/Kalium Klorat) sebanyak 100 gram bulan Juni
  Pupuk KNO3 dan KClO3 berperan dalam merangsang pembungaan dan mengurangi rontoknya bakal buah.  Untuk tanaman umur 4 sampai 7 tahun pupuk organik atau kompos 30 kg, pupuk daun 5 gr/liter, NPK 500 gram dan KCLO3 500 gram, tanaman umur lebih dari 7 tahun pupuk organik 30 kg, pupuk daun 5 gr/liter, NPK 1 kg dan KCLO3 1 kg.   Cara pengaplikasiannya sama seperti diatas.

Informasi ini dirangkum dari beberapa sumber.  Selamat mencoba, semoga berhasil. (*.*)

Jumat, 08 April 2016

Banyak Calon Polisi Konsumsi Pohon Ini !!!

pohon sagu
Pohon sagu
pohon sagu
Potongan batang sagu
Pohon sagu merupakan salah satu penghasil bahan makanan pokok di Indonesia Bagian Timur yaitu Maluku dan Papua.  Tepung sagu diambil dari pohon yang sudah tua.  Ciri pohon yang siap tebang adalah sudah mengeluarkan bunga mayang/manggar seperti pohon aren atau kelapa.  Umur pohon yang sudah tua adalah sekitar 6-7 tahun.  Pohon sagu hidup dalam rumpun seperti tanaman salak yang mempunyai banyak anakan dibawahnya.

Cara pengambilan tepung sagu yaitu dengan menebang pohon dan memotongnya menjadi beberapa bagian, biasanya panjang potongan adalah sekitar 50 cm.  Potongan batang sagu kemudian dikupas dan dicuci bersih. Bahan lalu diparut sampai halus sampai menjadi bubur.  Tambahkan air pada bahan yang sudah menjadi bubur dengan perbandingan 1:2 lalu aduk agar pati banyak terlepas dari sel batang.  Saring suspensi pati bubur sagu hingga pati lolos dari saringan dan serat tertinggal pada kain saring.  Tampung suspensi pati dalam wadah dan biarkan pati selama 24 jam.  Sari pati akan mengendap seperti pasta lalu buang cairan bening diatas endapan.  Endapan yang tertinggal kemudian dijemur diatas tampah sampai kering sehingga didapatkan tepung kasar.

Dalam 100 gr sagu terkandung energi sebesar 209 kkal, protein 0,3 gr, karbohidrat 51,6 gr, lemak 0,2 gr, kalsium 27 mg, fosfor 13 mg dan zat besi 0,6 mg. Selain itu di dalam tepung sagu juga terkandung vitamin B1 0,01 mg.

Berdasarkan kandungan tersebut sagu dipakai sebagai bahan makanan pokok karena karbohidratnya yang cukup tinggi.  Manfaat sagu untuk kesehatan sangat banyak yaitu mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati dan perut kembung.  Kandungan indeks glikemik yang rendah aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.  Tingginya kadar serat berperan sebagai pre-biotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus dan kanker paru-paru, mengurangi resiko kegemukan serta memperlancar buang air besar dan air kecil.

Sagu diolah menjadi makanan berupa sagu bakar, sagu lempeng dan sagu bola.  Salah satu hasil masakan olahan dari sagu yang siap makan adalah Papeda yang jika dikonsumsi secara rutin dipercaya mampu menghilangkan penyakit batu ginjal karena sifat Papeda yang dapat berperan sebagai pembersih organ-organ di dalam tubuh manusia termasuk paru-paru.  Oleh karena itu calon polisi di Ambon Maluku dalam masa pendidikan diharuskan mengonsumsi Papeda paling tidak 1 minggu berturut-turut untuk membersihkan ginjal dan paru-paru mereka sebelum dilakukan tes fisik organ dalam.  Setelah mengonsumsi Papeda biasanya kita akan terasa sering ingin buang air kecil dengan warna air seni yang bening (*.*)

Minggu, 03 April 2016

WOW !!! Jahe Gajah Bertingkat Keuntungan Berlipat

Bibit jahe gajah siap tanam
Penanaman dalam bedengan
Awal mulanya memang kurang yakin bahwa metode ini bisa terbukti berhasil.  Pasalnya dulu saya pernah dengar metode penanaman bertingkat ini diterapkan untuk tanaman kencur di Lampung.  Dengan bahan dan cara yang sederhana tanaman yang mulanya hanya ditanam seukuran 10 x 10 meter dalam waktu 5 tahun berkembang menjadi 100 x 100 meter atau 1 hektare.

Kini tanaman jahe gajah nyatanya bisa juga ditanam dengan metode yang sama.  Pada umumnya varietas jahe di Jawa yang kita kenal ada 3 jenis yaitu Jahe Emprit, Jahe Merah dan Jahe Gajah.  Dari ketiga macam jahe tersebut yang produktivitas dan ukurannya paling besar adalah jahe gajah.  Untuk petani yang menginginkan keuntungan besar tentunya akan memilih jahe gajah.

Cara penanaman jahe gajah ada 3 macam yaitu langsung ditanam di lahan, ditanam dalam bedengan dan ditanam dalam karung atau polybag.  Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan terutama faktor biaya dan cara pengerjaannya. Cara penanaman konvensional sejak dulu adalah menggunakan cara pertama, tapi topik yang saya bahas disini adalah menggunakan cara kedua atau ketiga.

Sebelum menyiapkan lahan pastikan dulu ketersediaan bibit jahe gajah.  Penjual biasanya menyediakan bibit yang siap tanam setinggi 30 cm atau dalam bentuk rimpang bertunas.  Harga bibit siap tanam berkisar Rp 1.500,- sampai Rp 2.500,- per bibit sedangkan rimpang jahe gajah bertunas sekitar Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,- per kg.  Bibit dalam bentuk rimpang harus ditumbuhkan dulu dalam hamparan jerami kering dan tutup kembali dengan jerami lalu siram tiap hari, jika tunas sudah 10 cm maka siap ditanam di lahan.

Menanam jahe gajah untuk lahan yang terbatas dan efisien adalah kita memakai cara kedua yaitu membuat bedengan.  Kita siapkan lahan yang akan ditanami dengan cara meratakan sehingga lahan menjadi datar.  Lahan ini bukan untuk ditanami melainkan hanya untuk dasar bedengan.  Siapkan alas bedengan berupa plastik gulungan dan potong sesuai dengan kebutuhan.  Siapkan dinding bedengan dengan genteng bekas, batu bata atau talang karet, untuk bahan ini saya lebih menyukai talang karet.  Buat bedengan selebar 1 meter dan panjang 10 meter dan pasang talang karet mengelilingi bedengan dengan diberi penjepit/penyangga dari bambu lalu ikat.  Pasang plastik di bagian alas yang panjangnya sesuai bedengan.

Siapkan media tanam dengan memakai tanah berpasir halus (lebih cocok tanah berpasir dari lahan sekitar sungai) dan kompos dengan perbandingan 2 : 1.  Pemakaian dengan pupuk kandang langsung tidak dianjurkan karena kebanyakan masih mengandung bibit gulma, bibit hama dan penyakit apalagi kalau pupuk masih basah menghasilkan uap/gas yang panas.  Anda bisa membeli kompos yang sudah jadi di toko pertanian atau membuat kompos sendiri.

Masukkan campuran media tanah dan kompos yang telah diaduk kedalam bedengan setinggi 10 cm dan ratakan.  Ambil bibit lepas polybag dengan hati-hati lalu buat lubang tanam dengan tangan lalu tanam.  Jarak antar bibit adalah 20 cm sehingga lebar bedengan 1 meter untuk 5 bibit.  Jika panjang bedengan 10 meter maka dibutuhkan bibit 250 bibit per bedeng.

Siram tanaman beberapa hari sekali jika tanah agak kering.  Penanaman yang pas adalah awal musim hujan sekitar bulan Desember.  Untuk memacu pertumbuhan taburi dengan pupuk organik secukupnya atau semprot dengan pupuk organik cair. Tidak dianjurkan menggunakan pestisida dan pupuk kimia karena hasil produknya tidak organik dan tidak menyehatkan.

Setelah tanaman berumur 1 bulan maka tunas-tunas muda mulai bermunculan antara 5-7 tunas baru.  Jika sudah berumur 3 bulan potonglah tumbuhan yang telah tua dan sisakan yang muda.  Setelah batang yang sudah tua dipotong lalu bedengan ditimbun lagi setinggi 5 cm dengan media yang sama.  Pemotongan dan penimbunan dilakukan berulang-ulang setiap 3 bulan sekali sehingga dalam 1 tahun ada 4 kali pemotongan dan penimbunan.  Setelah berumur 1 tahun sekitar bulan November-Desember tanaman jahe gajah dalam bedengan lalu dibongkar.

Hasil panen jahe gajah (img.isroi.com)
Hasil panen yang dihasilkan antara Ada yang bilang lebih dari 10 kg/karung tapi kita buat angka rendah 1 kg/rimpang sehingga dalam 1 bedeng dihasilkan 250 rimpang x 1 kg = 250 kg. Jika lahan kavling ukuran 20 x 20 meter dibuat 20 bedengan maka potensi hasil panen jahe gajah adalah 20 bedeng x 250 kg = 5.000 kg.  Harga 1 kg jahe gajah Rp 15.000,-/kg x 5.000 kg = Rp 75.000.000,-

Selamat mencoba... <(*_*)>

TERNYATA MUDAH !! Cara Membuat Kompos Sendiri

Kompos adalah bahan utama untuk pupuk dasar pertanian, perkebunan, tanaman hias atau pengusaha pembibitan.  Kompos jauh lebih baik daripada pupuk kandang karena pupuk yang dihasilkan sudah matang,  bebas bibit gulma dan hama penyakit.  Kompos harganya jauh lebih murah dibanding pupuk kimia tapi sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana cara membuat kompos sendiri.

Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan 1 ton kompos yaitu 700 kg pupuk kandang yang sudah matang, 200 kg sekam padi, 50 kg bekatul dan 50 kg bahan-bahan lain berupa batang pisang yang dirajang kecil-kecil dan daun-daunan. Buat larutan starter/bioaktivator (biasanya EM4 atau sejenisnya) 20 ml kedalam 20 liter air, tetes tebu atau larutan gula 20 ml lalu aduk dan diamkan selama 30 menit. 

Berikutnya adalah mengaduk rata bahan-bahan kompos yang sudah kita siapkan sambil disemprot denga larutan tadi secara merata.  Pengadukan bisa diulangi beberapa kali sampai semua bahan betul-betul bercampur sempurna.  Buat campuran kompos berbentuk gunung lalu tutup dengan terpal atau karung.  Tiga hari kemudian buka campuran kompos lalu aduk sekali lagi, anda akan merasakan uap hangat keluar dan suhu panas sekitar 40oC.  Setelah itu buat seperti gunung dan tutup lagi seperti tahap pertama.  Setelah 3 hari buka penutup kompos lalu bongkar dan biarkan sampai sisa uap habis.  Tunggu kompos menjadi dingin dan matang siap untuk digunakan.
Kompos (img_agromaret)
Kompos yang telah jadi kemudian bisa dicampur dengan tanah.  Untuk lahan sawah atau tegalan berpasir kebutuhan kompos adalah 40-50 ton per hektare.  Untuk bahan media dalam bedengan atau karung/polybag/pot misalnya tabulampot atau pot bunga perbandingan tanah dan kompos adalah 2 : 1.  Pupuk kompos ini fungsinya adalah untuk pupuk dasar sehingga untuk budidaya tanaman masih memerlukan pupuk lanjutan berupa pupuk kimia atau organik lainnya.

Selamat mencoba... <(*_*)>